Gajah Hamil Ini Mati Berdiri Setelah Diberi Memakan Buah Berisi Petasan Oleh Warga

Sebuah kisah sedih tentang ketidakpedulian manusia terhadap hewan muncul di Daerah Kerala, India.

Seekor Gajah yang sedang hamil terbunuh karena sebuah jebakan yang dibuat oleh warga setempat.

Warga memasukan sebuah Petasan ke dalam buah Nanas yang kemudian dimakan oleh sang gajah.

Momen menyedihkan ini dibagikan oleh seorang penjaga hutan setempat yang bernama Mohan Krishnan.

Krishnan mengetahui bahwa di pedesaan desa Kerala, kota Malappuralam India memang kerapkali ditemui gajah liar yang sedang mencari makan.

Gajah ini terkena jebakan yang dibuat oleh warga untuk menjerat babi liar yang kerapkali mengganggu warga di sana.

"Dia keluar desa untuk mencari makanan. Dia tidak mengetahui bahwa dia akan menemui manusia-manusia egois.

"Dia (gajah tersebut) pasti berpikir bahwa masyarakat akan mengampuninya karena dia membawa dua nyawa dalam tubuhnya," ujar Krishnan seperti dikutip Pikiran-Rakyat.com dari India Today.
BACA JUGA
Naudzubillah, Pemuda Cegat dan Aniaya Guru yang Menghukumnya 20 Tahun Silam
Wanita Ini Telah Lama Menanti Anak, Tapi Malah Suaminya yang Hamil, Kok Bisa? Ini Kisahnya
Waspada, 4 Hal yang Bisa Jadi Tanda Pria Selingkuh - Baca Sebelum Menyesal
Namun bukan perlakuan baik yang didapat, sang gajah malah memakan buah nanas yang telah dimasukkan petasan di dalamnya. Petasan tersebut meledak saat digigit oleh sang gajah dan menyebabkan rasa sakit yang luar biasa.

Dalam keadaan terluka, sang gajah berlari-lari di sekitar daerah pedesaan tersebut untuk mencari makanan yang bisa dimakan.

Akan tetapi sang gajah tidak menemukan makanan apapun yang bisa dimakan. Kalaupun menemukan makanan, gajah tersebut tidak bisa memakannya karena mulutnya yang sudah terluka karena efek ledakan.

Kemudian dia memutuskan untuk segera belari ke sungai dan berdiam disana hingga menjelang ajalnya.

"Ketika saya melihatnya di sana. Dia terdiam dengan mulut dan belalainya yang terendam air.

"Dia pasti berdiri di sana untuk mengobati rasa sakit yang sedemikian parah dan juga untuk menghindari serangga memakan lukanya," tutur Krishnan.

Krishnan bahkan sempat memanggil dua gajah jantan lainnya untuk menarik sang betina dari dalam sungai. Sayangnya sebelum proses evakuasi selesai, gajah betina tersebut sudah menghembuskan nafas terakhirnya.

"Semuanya terkejut. Bahkan dua gajah lainnya yang coba membantu hingga harus menangis menitikan air matanya.

"Saya merasa air sungai mulai mendidih karena air mata dari gajah betina itu. Bentuk protes sungai terhadap tindakan manusia yang egois," kata Krishnan.

Akhirnya setelah selesai dievakuasi, gajah tersebut dibawa kembali ke dalam hutan untuk segera dikremasi di tempat dia dibesarkan.

"Kami mengkremasinya di dalam tumpukan kayu, membungkuk, dan mengucapkan salam perpisahan kami," tutup Krishnan.***

SUMBER

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel