Asyik Nongkrong di Kafe Saat Masa Transisi, Ternyata Reaktif Ketika Rapid Test Covid-19

SURYAMALANG/HUMAS PEMKOT MALANG
Forkopimda Kota Malang kembali menggelar patroli di sejumlah pusat keramaian, kafe, dan warung kopi, di Kawasan Sudimoro, Kota Malang, Kamis (4/6/2020).

Dalam operasi itu, masih banyak pemuda yang asyik nongkrong di warung kopi.

Petugas yang menggelar patroli pun melakukan rapid test virus corona baru atau Covid-19 terhadap 86 pemuda yang sedang asyik nongkrong.

Hasilnya, 80 pemuda dinyatakan nonreaktif berdasarkan rapid test Covid-19. Sedangkan enam pemuda reaktif.

Wali Kota Malang Sutiaji yang ikut dalam patroli itu langsung memerintahkan enam pemuda itu melakukan karantina mandiri.

Selama karantina, pemuda itu akan diawasi petugas kelurahan dan tenaga medis dari puskesmas setempat.

"Kami anjurkan untuk melakukan karantina mandiri. Apabila dinyatakan tidak disiplin atau tidak mampu melaksanakan karantina secara ketat maka mereka akan kami masukkan ke rumah isolasi yang telah kami sediakan," kata Sutiaji seperti dikutip dari Suryamalang.com, Kamis (4/6/2020).

Wali Kota Malang juga menindak pemilik kafe yang ramai dikunjungi pemuda itu.

Pemilik diminta menutup kafe tersebut selama tiga hari. Pemkot Malang akan menyemprotkan cairan disinfektan di kafe tersebut.

"Ke depan, cafe ini diperbolehkan buka kembali, namun harus melaksanakan protokol kesehatan secara ketat, para pegawainya pun diwajibkan untuk menggunakan masker, sarung tangan dan face shield," jelas Sutiaji.



Sutiaji mengatakan, patroli digelar untuk mengingatkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan untuk mencegah penyebaran virus corona baru atau Covid-19.

Masyarakat harus disiplin menjaga jarak dalam masa transisi menuju penerapan new normal di Kota Malang.

"Saat ini kita sedang memasuki masa transisi pasca PSBB dan menuju ke arah hidup dengan tatanan baru atau new normal. Sehingga kami berharap selepas PSBB masyarakat masih terus waspada dan tetap menjalankan protokol kesehatan secara disiplin," ujarnya.

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota Kombes Leonardus Simarmata mengimbau pengusaha kafe dan pengunjung tetap menjaga jarak dan mematuhi protokol kesehatan.

Leonardus geram masih banyak masyarakat yang seolah tak peduli dengan pandemi virus corona baru atau Covid-19.

"Masyarakat cenderung tidak perduli dengan keadaan yang ada. Hal itu nampak, bahwa banyak masyarakat yang tidak menggunakan masker padahal kita masih pada masa transisi menuju masa new normal," kata dia.

Hal yang sama juga disampaikan Dandi 0833/Kota Malang Kolonel Tommy Anderson.

Tommy prihatin masih banyak masyarakat yang tak sadar dengan bahaya Covid-19.

"Dan yang cukup memprihatinkan kita dan khususnya yang kita sasar tidak sadar kalau musuh itu melekat pada dirinya. Karenanya disiplin dan patuh anjuran pemerintah adalah mutlak," jelasnya.

Catatan redaksi soal rapid test

Rapid test merupakan teknik pengetesan keberadaan antibodi terhadap serangan kuman di dalam tubuh.

Hasil rapid test tak boleh dan tak bisa digunakan secara mandiri untuk mengonfirmasi keberadaan atau ketiadaan infeksi virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 di dalam tubuh.

Untuk mengonfirmasi keberadaan virus corona secara akurat dalam tubuh seseorang harus dilakukan tes swab dengan metode PCR (polymerase chain reaction).

Hasil rapid test adalah reaktif (ada reaksi terhadap keberadaan antibodi) atau non-reaktif (tidak ada reaksi terhadap keberadaan antibodi).

Jika Anda sempat membaca hasil rapid test adalah positif atau negatif, harus dimaknai sebagai positif atau negatif terhadap keberadaan antibodi dalam tubuh, bukan positif atau negatif terhadap keberadaan virus corona penyebab Covid-19.

Artikel ini telah tayang di suryamalang.com dengan judul Tetap Asyik Nongkrong di Kafe Saat Pandemi Covid-19, Saat Disidak dan Dirapid Test Hasilnya Reaktif

Editor: Dheri Agriesta

Artikel Asli

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel