Viral ! AS-China Panas! Trump Punya Bukti COVID-19 dari Lab Wuhan?

AS-China Panas! Trump Punya Bukti COVID-19 dari Lab Wuhan? Foto: Presiden Amerika Serikat Donald Trump (AP Photo/Patrick Semansky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hubungan AS-China sepertinya bakal makin panas ke depan. Presiden AS Donald Trump mengklaim dirinya memiliki bukti yang menghubungkan virus corona (COVID-19) dengan sebuah laboratorium di kota Wuhan, China.

Wuhan sendiri adalah kota di mana corona jenis baru ini muncul di Desember 2019. COVID-19 disebut berasal dari sebuah pasar ikan dan hewan langka di ibu kota Provinsi Hubei itu.

Dalam konferensi pers yang dilakukan Kamis (30/4/2020), Trump mengatakan jika ia melihat sesuatu yang membuatnya sangat percaya bahwa Institut Virologi Wuhan adalah asal wabah. "Ya, ya saya lihat," tegasnya dikutip dari AFP.


Namun Trump enggan menjawab lebih rinci. "Saya tidak bisa memberi tahu Anda tentang ini. Saya tidak diizinkan memberi tahu kepada Anda (wartawan) soal ini," katanya lagi.


Sebelumya, AS meminta China membuka akses untuk mengetahui asal usul kasus. Bahkan Trump sempat mengatakan akan menuntut ganti rugi atas penyebaran pandemi, meski tak menyebut nilai pastinya.

Australia juga sebelumnya menyuarakan yang sama dengan AS. Ini membuat hubungan negeri itu dan China menegang beberapa hari terakhir.

Tirai Bambu bahkan mengancam mungkin akan ada "boikot" pada produk Australia. Saat ini, China menjadi mitra dagang kesembilan Australia, untuk sejumlah komoditas seperti wol dan mineral.

China berulang kali membantah tudingan virus dari laboratorium Wuhan. Negeri Xi Jinping meminta global untuk fokus pada penanganan virus secara bersama-sama.

Dari data Worldometers, ada 3,3 juta orang terinfeksi corona. Di mana angka kematian mencapai 233 ribu dan angka kesembuhan 1,3 juta kasus.

Terdapat 212 negara dan teritori yang terinfeksi corona. AS menjadi negara dengan kasus terbanyak yakni 1,093 juta orang, di mana ada 63 ribu kasus kematian dan 151 ribu orang sembuh.

China sendiri mencatat penurunan kasus signifikan dua bulan ini. Secara total China mencatat ada 82 ribu kasus COVID-19, dengan 4.633 kematian dan 77 ribu orang sembuh.
sumber

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel