Hubungan Intim Lebih dari Sepuluh Kali dengan Anak dibawah umur, Pelaku : Tapi, Saya Beli

Sugianto alias SG, terlapor kasus dugaan asusila anak di bawah umur di wilayah Kecamatan Benjeng, Jumat (15/5) akhirnya ditangkap polisi. Bapak dua anak itu langsung menjalani pemeriksaan intensif di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik. Sugianto dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.
Hubungan Intim Lebih dari Sepuluh Kali, Pelaku Pencabulan Anak Ditahan
via jawapos.com


Ketika menjalani pemeriksaan, Sugianto memakai baju hitam, celana jins biru, dan masker hitam. Dia didampingi kuasa hukumnya, Sulton Sulaiman. Sugianto mulai menjalani pemeriksaan pukul 07.00. Hingga berita ini ditulis pada pukul 16.35, pemeriksaan terhadap tersangka persetubuhan anak di bawah umur sehingga mengakibatkan korban hamil 7 bulan itu belum kelar. Kabarnya, penyidik akan langsung menahan lelaki berkulit sawo matang tersebut.

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo membenarkan bahwa terlapor kasus dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur itu telah ditetapkan sebagai tersangka. ”Tersangka kami amankan setelah penyidik mendapatkan keterangan dan bukti-bukti yang cukup,” ujar alumnus Akpol 2000 itu dengan didampingi Kasatreskrim Polres Gresik AKP Panji Prihasta Wijaya. Tampak juga dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Gresik Fandi Akhmad Yani yang baru selesai mengikuti acara di aula Mapolres Gresik.

Menurut Kusworo, selain dari keterangan saksi-saksi, tersangka juga telah mengakui perbuatan yang tidak bermoral itu. Persetubuhan dilakukan sejak Maret 2019. ”Tersangka mengaku lebih dari 10 kali melakukan hubungan intim,” terang mantan Kapolres Jember itu. Karena tindakan tersebut, penyidik menjerat tersangka dengan pasal 81 jo pasal 76 D subsider 76 E UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Soal pengakuan tersangka yang berniat membayar dengan sejumlah uang, keterangan tersangka berbeda dengan saksi-saksi yang telah diperiksa. ”Tapi, saya beli,” ujar Sugianto. Setiap selesai berhubungan intim, Sugianto mengaku memberi korban uang Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu.

Hubungan badan dilakukan di sejumlah tempat. Mulai rumah Sugianto hingga area persawahan dekat kandang ayam. ”Kalau di rumah korban tidak pernah,” tegasnya. Rumah Sugianto dengan korban berbeda kampung dalam satu desa di Kecamatan Benjeng.

Sulton, kuasa hukum Sugianto, menambahkan, kliennya kali pertama berhubungan intim dengan korban sekitar Maret 2019. ”Klien mengaku sangat menyesali perbuatan tersebut. Bahkan, klien siap untuk menikahi korban. Karena istri klien telah merestuinya,” ucapnya.

Dihubungi secara terpisah, kuasa hukum korban, Abdullah Syafii, menyatakan bahwa tersangka mempunyai hak ingkar. ”Akan tetapi, dari keterangan saksi dan korban, tersangka memaksa korban untuk melakukan persetubuhan dengan ancaman,” ujarnya.

Artikel Asli

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel