Udah Ngebet Kawin Tapi Ditunda karena Corona, Sejoli di Kediri Nekat Berhubungan Seks di Ruko

sejoli nekat mesum di ruko
sejoli nekat mesum di ruko | jatim.suara.com

Seharusnya mereka menikah dalam waktu dekat, tapi ditunda
Selama wabah corona ini pemerintah Indonesia telah menganjurkan untuk melakukan physical distancing. Artinya, kita harus jaga jarak dan tidak boleh di keramaian maupun bikin acara kumpul-kumpul. Sehingga wajar jika beberapa pasangan memilih menunda pesta pernikahannya, seperti yang dilakukan sejoli di Kediri ini.

Tapi tampaknya, mereka sudah ngebet banget untuk segera sah menjadi suami istri. Akhirnya, mereka digerebek sedang berhubungan seks di sebuah ruko.
1.
Nekat berhubungan badan di ruko
Dilansir dari Suara.com (14/04/2020), sepasang kekasih berinisial SV (19) wanita asal Kecamatan Mojo, dan MF (22) pria asal Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, nekat berhubungan badan di sebuat ruko. Aksi ini pun tercium oleh warga Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri hingga melakukan penggerebekan.

Baca Juga: Petualangan Hendi Sang Penakluk 80 Janda, Begini Modus Pelaku Bikin Korbannya Klepek-klepek


Awalnya, warga curiga ruko yang sekaligus sebagai indekos itu tertutup rapat. Padahal di dalamnya ada SV dan MF. Akhirnya warga pun meminta membuka ruko tersebut, tapi permintaan itu tak digubris.
2.

Warga lapor Satpol PP
Kesal karena MF dan SV tak segera membuka ruko, warga pun melaporkan kejadian ini ke Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Petugas pun datang untuk menindak pasangan yang bukan suami istri tersebut.

"Pukul 04.50 WIB regu patroli 4 dan regu poltek beserta pihak perangkat kelurahan dan warga ke lokasi," ujar Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Kediri, Nurkhamid, Rabu (15/4/2020).



"Kami (Satpol PP) ke sana untuk menindaklanjuti aduan terkait pasangan bukan suami istri yang digerebek warga, karena berduaan di dalam ruko atau kios dengan posisi ruko tertutup," lanjutnya.
3.
Ternyata MF sudah sering menginap di ruko tersebut
Saat pasangan ini bersedia keluar, Satpol PP membawa mereka ke Markas Komando Satpol PP untuk pendataan dan pembinaan. SV pun menjelaskan bahwa dirinya baru saja ngontrak di ruko tersebut selama tiga minggu dan MF sering menginap.



"Menurut keterangan SV, yang bersangkutan baru ngontrak ruko di Gang Mawar, Kelurahan Banjarmlati, selama kurang lebih tiga minggu. Sedangkan MF setiap dua hari sekali menginap di ruko tersebut," jelas Nurkhamid.

Setelah selesai didata, akhirnya keluarga MF dan SV dipanggil. Dari pengakuan orangtua MF, menurut Nurkhamid mereka berdua memang akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat. Tapi tertunda karena wabah virus corona.


"Pihak keluarga meminta maaf atas kesalahan anaknya," tutup Nurkhamid.

sumber



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel