Tega !! Kisah Kakek 60 Tahun Jadi Korban Bahan Bully Pemuda Di Kampungnya

Video aksi sejumlah pemuda melakukan bullying atau perundungan terhadap seorang kakek tunawisma menjadi viral di media sosial.

Aksi tak terpuji tersebut bisa dilihat dalam video yang diunggah akun Instagram @makassar_info, Senin (12/8/2019).

Video tersebut memperlihatkan seorang kakek yang belakangan diketahui bernama Hamdan diganggu oleh sejumlah pemuda.

Hamdan terlihat diikat menggunakan sarung oleh seorang pemuda yang mengenakan baju biru lengan panjang. Dalam tubuh terikat, Hamdan didorong-dorong. Kakek itu pun terlihat meminta ampun.

Sementara, dua pemuda lainnya terdengar tertawa melihat kakek Hamdan melawan perlakuan kasar dari pemuda berbaju biru. Mereka juga sambil terus merekam aksi bullying temannya terhadap kakek Hamdan.

Dari hasil penelusuran, peristiwa itu terjadi di Pos Ronda Dusun Erih, Pekon Rantau Tijang, Kecamatan Pardasuka, Pringsewu, Lampung. Kapolsek Pardasuka AKB Martono mengatakan, Hamdan merupakan tunawisma alias tidak memiliki tempat tinggal.

Pria berusia 60 tahun ini diketahui masih bujangan dan sering tidur di pos ronda, tempat dia mendapat perundungan.

 "Korban bukan warga asli dusun itu, tapi perantau." "Dia masih bujangan dan tidak memiliki tempat tinggal." "Dia memang biasanya tidur di pos ronda itu," kata Martono dikutip dari Kompas, Selasa (13/8/2019).

Setelah video kakek Hamdan viral, Ketua Karang Taruna Citra Abhinaya di Kecamatan Pringsewu, Citra Ridho Dinata, meminta agar dinas sosial setempat ikut peduli. Ridho mengatakan, pihaknya juga telah memberikan bantuan pakaian, makanan dan minuman kepada Kakek Hamdan pada Minggu (11/8/2019).

"Kami juga ikut membantu mencarikan keluarga korban yang merupakan keponakannya di Dusun Kerbang Pekon Pardasuka," kata dia. AKP Martono mengatakan, pihaknya telah mengantongi identitas para pemuda pelaku bullying atau perundungan yang dilakukan terhadap kakek Hamdan.

"Untuk pelaku sudah diketahui, tapi maaf, kasus masih dalam proses penyelidikan, jadi belum sampai ke sidik dan pemeriksaan tersangka," kata Martono melalui pesan WhatsaApp, Senin (12/8/2019) sore.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel