ASTAGHFIRULLAH !! Gara-gara Tak Bisa Bayar Ongkos, 4 Wanita ini Bunuh Sopir Taksi Online dengan Kunci Inggris

Foto Humas Polresta Bandung


Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan tengah memperlihatkan barang bukti kendaraan korban pembunuhan empat perempuan. Korban ini merupakan driver taksi online yang tewas setelah mendapatkan pukulan kunci Inggris yang mematahkan tukang rusuknya


BANDUNG, KOMPAS.com - Pembunuhan Samiyo Basuki Riyanto, mantan pegawai negeri Sipil (PNS) yang ditemukan tewas di hutan Pinus Jalan Raya Banjaran-Pangalengan, Kabupaten Bandung, akhirnya terungkap.

Korban tewas dibunuh empat perempuan dengan menggunakan kunci Inggris. Para tersangka diketahui berinisial KSA alias Risma (19), KEZI alias Sella (20), AS alias Riska (21) dan IK (16).

Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan mengatakan bahwa korban Samiyo ini diketahui salah satu driver angkutan online.

Dijelaskan, pembunuhan ini berawal ketika tersangka berinisial IK dan S yang berasal dari Jakarta memesan angkutan taksi online. Kemudian IK memesan jasa korban secara offline dengan tujuan Pangalengan.

Sebelum perjalanan ke Pangalengan, korban dan pelaku menjemput pelaku RK di daerah Jonggol, Kabupaten Bogor, untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Pangalengan menggunakan jalur tol Cipularang yang keluar di Tol Gate Seroja.

Sesampainya di Pangalengan, para pelaku kemudian menjemput pelaku RM

Di tengah jalan, korban menagih ongkos yang telah disepakati sebesar Rp 1,7 juta, namun para tersangka tak mampu membayar ongkos itu.

"Karena tidak bisa membayar salah satu tersangka sepakat untuk menghabisi korban," ungkap Hendra dalam keterangannya, Selasa (28/4/2020)

Para tersangka kemudian mengambil kunci inggris yang ada di mobil korban dan memukul kepala bagian belakang dan dada korban berkali-kali hingga akhirnya korban tewas di tempat.

"Salah satu tersangka memukulkan sebanyak delapan kali ke arah kepala bagian belakang hingga korban meninggal dunia dan korban di buang ke jurang di Pangalengan," kata Hendra.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandung, AKP Agtha Bhuwana Putra mengatakan, keempat pelaku ini ditangkap di kediaman masing-masing dalam waktu yang berbeda, sejak Jumat (24/4/2020) sampai Minggu (26/4/2020) pagi.

Tulang rusuk patah

Menurutnya, kematian korban diakibatkan pukulan benda tumpul yang mematahkan tulang rusuk korban.

"Dipukul kepala dulu baru dada. Berdasarkan hasil autopsi, rusuk korban patah, itu yang membuat korban meninggal," kata Agtha saat dihubungi Kompas.com.

Pelaku kemudian membuang jasad korban di daerah Pangalengan, dan membuang kendaraan korban di daerah Bandung Barat.

Dari kasus ini, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, satu unit kendaraan roda empat merek Datsun Go warna putih dengan nomor polisi B -1313-KRX, kunci Inggris warna merah, baju warna abu dan jaket sweater warna hitam.

Akibat dari perbuatan tersangka tersebut di ganjar dengan pasal 338 Jo Pasal 340 Jo Pasal 55 dan atau Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara

"Untuk pelaku di bawah umur akan dikoordinasikan dengan Bapas, untuk penanganan peradilan anak, karena salah satu pelaku masih di bawah umur," kata Agtha.

Saat ini polisi masih mengembangkan kasus pembunuhan tersebut

Sebelumnya diberitakan, Samiyo ditemukan tewas di sebuah hutan pinus Jalan Raya Banjaran Pangalengan tepatnya di Kampung Mekarmulya Rw 007 Desa Tribaktimulya Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung.

Pada saat ditemukan, terdapat luka di tubuh korban seperti di dada, dagu, muka, kepala hingga tangan. Polisi bahkan menduga Samiyo korban pembunuhan yang dilakukan di tempat lain.

Polisi pun mendapatkan dompet kulit cokelat berisi identitas korban, ATM dan sejumlah uang, serta masker putih yang terdapat bercak darah.

Artikel Asli

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel