Kisah Haru Kakek Arsyad, Uang Tabungannya Untuk Umrah Habis Terbakar Hingga Bisa Berangkat Haji



Bapak Arsyad, adalah seorang pemulung berusia 70 tahun, pekan lalu kehilangan rumah beserta uang tabungan untuk umrah setelah kediamannya di Bottoe, kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Sulawesi Selata, terbakar pada Sabtu (15/6/2019) sore. “Kejadian kemungkinan karena sisa kayu bakar yang masih menyala. Saat itu saya memasak nasi dan lauk, kemudian saya berangkat memulung di Pasar Tanete," cerita Arsyad kepada Kompas.com di lokasi rumahnya yang sudah terbakar, Jumat (21/06/2019).
Kesedihan luar biasa dirasakan Arsyad saat pulang dengan membawa botol bekas hasilnya memulung dan melihat rumahnya terbakar. Ia kemudian mengaku mencari uang Rp 2 juta yang ia simpan di dalam lemari pakaian di antara puing rumahnya. Tapi ternyata uang yang rencananya untuk umrah ikut terbakar. "Rumah itu itu saya bangun dari hasil bekerja di Malaysia selama puluhan tahun. Bekerja di perkebunan coklat di Malaysia," kata Arsyad lirih sambil mengenang masa saat dia masih bekerja di Malaysia. Selain memulung plastik bekas, Arsyad bekerja sebagai petugas kebersihan di SMP Padaelo, Kelurahan Tanete dengan upah Rp 40.000 per hari. Setelah membersihkan sekolah, ia mencari plastik bekas yang dijual setiap 30 karung dengan harga Rp 150.000. “Setiap hari sebelum memulung saya membersihkan sekolah. Awalnya saya digaji Rp 35.000 per hari. Namun karena dianggap rajin dan bersih, pihak sekolah menaikkan gaji saya Rp 40.000 yang diterima per sepuluh hari. Uang dari hasil memulung dan membersihkan sekolah saya sisihkan sedikit untuk tabungan umrah. Namun ludes terbakar api berserta rumah saya," tuturnya.

Arsyad termasuk salah satu dari penerima manfaat beras sejahtera. Kepala Kelurahan Tanete, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Akmaluddin mengatakan jika selama ini rumah Arsyad tidak menggunakan listrik PLN dan untuk penerangan rumah dia mengandalkan pelita. Namun Asryad mengaku dibalik semua peristiwa ada hikmahnya. Setelah rumah dan harta bendanya dilalap api, bantuan untuknya banyak berdatangan. Bahkan, Yayasan Kurir Langing membantu membangun rumah Arsyad dan Yayasan Manusia Indonesia mengumpulkan dana sekitar Rp 187 juta untuk memberangkatkan Arsyad ke umrah dan berangkat ke Tanah Suci dengan fasilitas haji plus. “Kami sudah mengumpulkan dana dari hasil dompet peduli sekitar Rp 187 juta lebih. Kemarin kami sudah berkunjung dan memaparkan hasil donasi yang terkumpul. Rencannaya akan didaftarkan haji plus tahun 2020 setelah ia menjalankan umrah bulan depan. Ini sumbangan dari salah seorang dermawan, jelas Sekretraris Yayasan Manusia Indonesia (YMI) Kota Parepare, Abdillah MS.


sumber:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel