3 Hari Zikir dan Tak Bisa Tidur, Suami Gerebek Istri Hanya Pakai Handuk dengan Kepala Desa di Hotel

kepala-desa-sei-buluh-subandi.jpg
Kepala Desa Sei Buluh Subandi. (Kanan) DF yng digerebek bersama Subandi di sebuah hotel.

Subandi, Kepala Desa Sei Buluh, Kecamatan Teluk Mengkudu, digerebek saat sedang berduaan dengan seorang perempuan yang bukan pasangannya, DF, di sebuah hotel di Desa Sukamandi Hilir, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (11/1/2020) malam.

Kasus dugaan perzinahan ini pun kini sedang ditangani oleh Polresta Deliserdang karena laporan Ng, suami DF.

Ng, suami DF, meminta agar kepolisian dapat menangani kasus ini dengan profesional.

Ia berencana menceraikan DF yang telah memberinya tiga orang anak itu.

"Ya, besok mau kuajukan gugatan (cerai).

Anak-anak pun sudah benci melihat ibunya gitu.

Saya minta proses hukumnya harus berjalanlah. Saya tadi malam di BAP sampai pukul 21.00 WIB di Polresta Deliserdang," katanya.

Ng mengaku sudah sebulan terakhir melihat perubahan pada istrinya.

Belakangan, katanya, DF mudah marah  dan begitu membencinya.

"Tiga hari ini saya pun enggak bisa tidur.

Itulah berzikir saya kalau malam minta petunjuk.

Baru kemarin itu ada petunjuk dari yang Kuasa tadi ikutilah istrimu gitu. Barulah saya ikuti kemarin," katanya.

Ia menyebut kalau Sabtu pagi istrinya keluar rumah dengan alasan mau belanja paket kartu Internet ke Medan.

Dari persimpangan Jalinsum istrinya itu naik angkot Sandra Prima dan turun di kawasan Pasar Bengkel.

"Aku pun heran juga kok turun di Pasar Bengkel baru kemudian pindah ke mobil.

Dari situ sudah muncul kecurigaan.

Kuikuti terus sama kawan naik sampai kemudian ke hotel. Ya sampai hotel minta izin kita untuk dibuka kan kamarnya,  dan mereka sudah di dalam berduaan," katanya.

Penggerebekan yang dilakukan Ng ini pun terekam dalam video dan beredar di media sosial.

Saat itu tampak dalam rekaman kalau istrinya sudah melepas pakaiannya dan hanya terbalut handuk saja.

Ng, suami DF, menuturkan bahwa Subandi sempat menjadi pengurus Partai Nasdem. Ng sampai saat ini juga merupakan pengurus DPD. 

"Dia itu dulu jadi Wakil Ketua DPD Nasdem bagian OKK (Organisasi Kader dan Keanggotaan). Aku pengurus juga, di DPD Bagian Pemerintahan dan Agama," kata Ng, Minggu, (12/1/2020).

Ia mengaku sering mengajak istrinya dalam kegiatan silaturahmi dan acara-acara kepartaian. Ia menduga pada saat itulah Subandi melirik dan jatuh hati pada istrinya.

Ia pun tidak menyangka kalau istrinya itu berselingkuh dengan Subandi.

"Mungkin dilihatnya istriku masih muda dan cantik. Aku masih tahu hukum makanya kemarin (sewaktu penggerebekan) enggak kupukul dia. Sudah kulapor ke polisi dugaan perzinahan dan proses hukum harus berjalan," katanya.

Subandi, Kepala Desa Sei Buluh, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdangbedagai, jadi buah bibir karena dipergoki berduaan dengan istri orang lain di sebuah hotel, Sabtu (12/1/2020) malam.

"Ya, betul-betul malu kalilah kami memilihnya kemarin.

Viral pula kejadiannya penggerebekan ya kan. Maksud kami memilih dia itu sebagai Kades supaya bisa berubah desa ini, tapi rupanya seperti itu kelakuannya," ucap salah satu warga yang tidak ingin dituliskan namanya Minggu, (12/1/2020).

Informasi yang didapat dari warga kalau Subandi sebelumnya merupakan mantan Caleg dari Partai Nasdem.

Karena kalah saat pemilu ia pun kemudian mencalonkan diri sebagai Kades.

Ia juga merupakan pensiunan TNI AD yang berpangkat terakhir mayor.

"Kalau istrinya sudah meninggal.

Inikan yang dibawa ke hotel kemarin istri sah orang lain.

Ya warga sudah enggak mau lagi lah dia jadi pemimpin di desa ini sekarang," katanya.

Ifen, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sei Buluh menyebut kalau desakan warga agar SB diberhentikan semakin kuat.

Perwakilan BPD, Ifen mengatakan kalau warga sejak kemarin terus mengadu terkait hal ini. Ia sendiri pun merasa kecewa dengan Subandi.

"Banyak masyarakat enggak terima. Kades kok perbuatannya enggak-enggak.

Enggak senonoh kali," kata Ifen.

Ia membenarkan kalau SB adalah pensiunan TNI.

Sepengetahuannya, istri SB telah meninggal dunia.

"Dia pensiunan TNI memang.

Orangtuanya asli orang sini.

Karena banyak masyarakat yang ngadu, ya kami mau secepatnyalah ini melapor ke (Pemerintah) Kecamatan.

Kami mau minta petunjuk juga nanti cemana tindaklanjutnya. Setelah kejadian ini kecewa kali sudahan masyarakat.

Masa begitu kali tindakannya," kata Ifen.

Subandi mengalahkan tiga calon lain dalam Pemilihan Kepala Desa tahun lalu.

Ia mendapat suara terbanyak dan dilantik pada 31 Desember lalu. (dra/tribun-medan.com)
Artikel asli : view source

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel