MERAYAKAN NATAL, Umat Kristen di Karangasem PENGGUNAAN PAKAIAN ADAT BALI

Suasana Bali ketal juga terlihat di Ider-ider, tiang pembungkus atau pilar, gebogan dan penjor. Menurut Ketua Komite Natal di Gereja Holy Trinity Paroki, I Wayan Edi Yudiyana, menggunakan ornamen adat Bali sebagai bentuk pelestarian budaya yang ada.

"Hal ini dapat dilihat, yang identik dengan hiasan adat Bali yang kami gunakan dalam ider-ider, adegan saput, gebogan, Penjor termasuk orang-orang yang menggunakan pakaian adat," kata Edi Yudiyana.


Dia menjelaskan bahwa Bali telah ada sejak gereja itu didirikan, termasuk penggunaan pakaian tradisional Bali. "Sekarang modern, penggunaan pakaian adat sering digunakan pada hari-hari besar," katanya.

Namun, Edi Yudiyana yang juga Sekretaris Tritunggal Mahakudus Tuka DPP, tidak memaksakan semua orang yang hadir mengenakan pakaian tradisional Bali. "Jika tidak dari Bali, mungkin memakai pakaian dari daerah mereka sendiri," katanya.

Dalam Natal 2019, itu mengambil tema "Live In Sahabat untuk semua orang". Tema ini dipilih untuk meningkatkan rasa kerukunan antarumat beragama. Misa diadakan dua kali, 06:00 dan 08:00.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel