CURI motor "SHOWROOM", DITANGKAP DIRUMAHNYA

Mengaku menyesal karena harus membuang dagingnya sendiri, Ni Ketut Juniari menangis di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Bangli, Kamis (19/12). Wanita ini dinyatakan bersalah dumping bayi.


"Saya sangat menyesal. Saya minta maaf atas tindakan saya," kata Juniari sementara percobaan menjalani dilanjutkan dengan permohonan agenda. Wanita yang sedang hamil juga Invoke hukuman seringan-ringannya dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Juniari juga berjanji untuk merawat bayi yang akan lahir nanti. Permintaan itu disampaikan setelah kuasa hukumnya membacakan pembelaan (nota pembelaan).

penasihat hukum terdakwa, Ni Ketut Tirtasari Madani, di pengadilan yang disampaikan penyesalan terdakwa telah bertindak tidak benar dan mencoreng nama baik keluarga yang dicintai. Juniari juga tidak membayangkan dirinya akan dipenjara oleh keadaan seperti sekarang (mengandung).

Saat ini hanya satu gol terdakwa yaitu bagaimana membesarkan anak-anak yang akan lahir untuk mendapatkan kehidupan yang layak. Terdakwa tidak ingin anaknya harus menjalani kehidupan sehari-hari di penjara dengan orang tua mereka.


Sidang yang dipimpin oleh Ketua Mahkamah A.A. Anak Wiratjaya. Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) setelah mendengarkan pembelaan dari terdakwa konsisten dengan tuntutan sebelumnya yang 8 tahun penjara. Para hakim menjadwalkan sidang selanjutnya akan digelar pada bulan Januari 2020 dengan agenda putusan.

Kasus ini terungkap ketika ditemukannya bayi laki-laki tewas di Banjar Lumbuan, Sulahan Desa, Rabu (24/7). Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, bayi adalah putra dari Ni Ketut Juniari, hasil hubungan di luar nikah dengan I Kadek Sugita.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel